Bersyukur


Marilah kita bersyukur, karena sesungguhnya ada banyak kebaikan yang terlahir dari rasa syukur.

Rasa syukur, bukan saja membuat hidup kita menjadi indah, tapi juga menjadikan yang sedikit terasa cukup dan berkah. Rasa syukur juga mengubah apa yang kita miliki saat ini menjadi lebih berharga, mengubah masalah yang kita miliki menjadi hikmah yang bernilai…

Dengan rasa syukur, hidangan sederhana terasa menjadi istimewa, rumah yang sempit menjadi terasa lapang dan nyaman. Rasa syukur juga mampu mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga. Ia juga mampu mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan, mengubah yang tidak nyaman menjadi menyenangkan, mengubah penolakan menjadi penerimaan, dan mengubah kebenciaan di hati menjadi kasih sayang.

Rasa syukur, menciptakan kedamaian dan ketenangan hati, mengubah emosi menjadi latihan kesabaran, menjadikan masa lalu sebagai kenangan manis, menjadikan masa sekarang keindahan dan kesenangan, dan menjadikan hari esok penuh harapan, sekaligus menciptakan visi ke depan yang penuh harapan.

Bila hati kita dipenuhi rasa syukur, hidup menjadi senantiasa indah dan damai. Semoga kita mampu menjalani hari dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.

Hak Allah di Pagi Hari


Tulisan ini disalin dari halaman grup sahabat. Tanpa nama, namun isinya sangat menggugah dan mengingatkan akan kewajiban kita pada sang Khalik. Semoga bermanfaat.

 

Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda : “ Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya DUNIA yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya:

  1. Kebingungan yang tiada putusnya;
  2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya;
  3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi; dan
  4. Keinginan yang tidak tercapai”.

( HR. Ath Thabrani).

Maka mulailah pagi harimu dengan menjaga hak Allah terlebih dahulu, dan bersyukhur karena Dia masih memberi umur dan kesempatan untuk hidup, dengan demikian Allah akan menjaga “DUNIA” mu.

Dimulai dengan membaca doa bangun tidur: “اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan dibangkitkan.”

Berikutnya adalah shalat sunnah sebelum subuh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).

Apa yang perlu dikhawatirkan jika anda telah mendapatkan yang lebih baik dari dunia dan seisinya?

Kemudian shalat subuh berjama’ah di masjid bagi laki-laki.

“Barang siapa yang shalat subuh maka dia berada dlm jaminan Allah…” (HR. Muslim no. 163).

Apa yang anda takutkan jika Allah yang maha memiliki alam semesta ini telah menjamin hari mu?

Kemudian diikuti dzikir di pagi hari.

“Maukah kamu aku tunjukkan  perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infak emas atau perak?” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi.” (HR. At-Tirmidzi no. 3377)

Dan apa yang perlu diresahkan jika dengan dzikir pagimu, Allah akan mengangkat derajatmu?

Dengan berdzikir maka pagi mu akan menjadi lebih indah dan berseri.

“…Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi TENANG.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Lalu tutup pagimu dengan sholat dhuha, bersedekah untuk 360 persendianmu, maka Allah akan mencukupimu hingga sore hari :

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, jangan-lah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286),

“Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354)

Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dengan memelihara hak Allah.

Semoga kita dijadikan hamba Allah yang senantiasa bersyukur dan senantiasa mendahulukan hak-hak Allah. Aamiin